Senin, 20 Januari 2025

Kegagalan dan Ribuan Doa Yang Lupa Jalan Pulang

Ku ucapkan selamat tinggal kepada kasih sayang bude. Selamat tinggal kepada senyuman pakde. Selamat tinggal kepada perhatian kedua sepupuku yang selama ini telah sukarela menampungku dengan sangat baik di dalam keluarga kecil mereka. Merangkulku dan memberikan yang terbaik seolah aku bagian dari mereka tanpa membeda-bedakan.

Bukan karena seakan aku akan mati atau kemana. Melainkan gagal sudah diriku. Di mata mereka tidak akan lagi sama. Tatapan lembut mereka kepadaku akan berubah menjadi biasa.

Seiring kegagalan yang setia mengikutiku ketika tumbuh dewasa. Aku bertanya-tanya. Kemana perginya semua doa yang ku panjatkan di kesunyian malam selama ini? Apakah mereka lupa jalan pulang? Apakah bahkan doa ibuku juga kesulitan untuk melindungiku?


Ya, Tuhan. Tolong. Maaf. Mohon ampun. Terima kasih atas hukumannya.


Dan petang tadi semua kebohonganku terbongkar tepat di hadapan mereka. 

Bisa kubayangkan kekecewaan tergambar jelas di wajah pakde ketika beliau ingin berangkat menuju masjid. Atau keterkejutan kedua sepupuku mengetahui fakta yang baru saja didengarnya. Dan mungkin bude yang entah bagaimana reaksinya.

Katanya, membuat kesalahan itu manusiawi, supaya belajar, supaya tahu mana akhirnya baik dan buruk. Tapi jika seandainya waktu bisa diputar, siapa juga yang mau melakukan kesalahan seperti itu?

Walaupun seandainya beneran bisa mengulang waktu pun, tampaknya udah terlambat juga. Nasi udah jadi bubur. Dinda udah bilang mau mundur, mba Lia udah lepas.

Belum tahu bakal bagaimana penyelesaiannya. Tapi perkara yang fana-fana ini. Semoga Tuhan tidak ikut-ikutan lepas tangan. 

Untuk Bintang, Selamat Berpisah Sekali Lagi

    Tak banyak yang bisa ku berikan. Tapi semoga saja, doa-doa panjang yang terus keluar dari mulut orang tak suci ini masih bisa menembus langit dan di dengar oleh Tuhan.

Semoga, di setiap hari ke lima di bulan oktober perayaan kecil-kecilan masih setia menghiasi hari penting mu itu.

Karena akan ku katakan padamu, bahwa aku tidak akan ada disana untuk waktu yang tidak bisa diperkirakan.

Semoga, jalan panjang mu menuju masa depan cerah di mudahkan.

Semoga kedua orang tua mu lebih banyak lagi mengabarimu. Memberikan tatapan lembut dan sorot kasih sayang lebih sering kepadamu.

Semoga, gadis yang masih kau taruh hati padanya itu akan kembali berbalik padamu. Memelukmu erat dan takkan lagi melepaskanmu.

Bintang, mungkin kamu takkan pernah tahu, karena memang aku tidak akan pernah memberi tahu mu.

Bahwa esok, lusa atau bahkan seterusnya. Sebagian dari dalam diriku akan selalu menyimpan kasih sayang tulus untukmu.

Semoga damai dalam dirimu bermekaran.

Tidak banyak yang bisa ku tuliskan di sini. Aku hanya salah satu dari ciptaan Tuhan yang telah ditunjukkan untuk ikut menyelam kedalam separuh hidupmu secara sementara. Dan tidak melekat.

Jumat, 03 Januari 2025

Surat Untuk Yasmin

     Jika perasaan iri dan kagum sekaligus bisa dideskripsikan, mungkin tulisan gamblang ini yang akan mewakilinya untukmu.

Pemilik nama indah, mata dan senyum paling menawan yang mampu membuat pria manapun bertekuk lutut hanya dengan memandang sekilas wajahmu.

Wanita cantik yang terlahir dari latar belakang keluarga cemara berada. Terlahir dari kedua orang tua yang saling mencintai dengan tulus, dari silsilah orang baik-baik, semua untukmu atau yang ada padamu selalu diusahakan dan pasti mendapatkan yang terbaik.

Tumbuh besar dikelilingi doa-doa sehingga menjadi manusia yang benar-benar bisa dicintai oleh semua orang disekitarnya. Kau pun berhasil menjadi makhluk sosial. Memiliki banyak teman dan koneksi sana-sini, background keluargamu juga tidak membuat siapapun malu. Kamu pun selama ini juga tidak pernah kekurangan suatu apapun.

Lalu, kutemukan sebuah jejak digital oleh seseorang yang masih menyimpan namamu dengan baik. Dicintai sebegitu besar dan tulus dari laki-laki yang sedari dulu aku harapkan bahkan hanya untuk sekedar mengenal dan menjadi teman.

Namamu masih disana, bahkan ditulisnya dimana-mana. Di media sosialnya, atau mungkin terdapat pada tato di lengannya, dan kuyakin namamu juga masih melekat jauh dilubuk hati terdalamnya. Di tempat terbaik dimana semua orang mendambakan sebagaimana cara mereka untuk dicintai.


Kamu beruntung, Mel. Namamu cantik, dan arti nama kalian pun terdengar seperti memang untuk melengkapi satu sama lain.

bunga & wangi (harum)



Pabuaran, 3 januari 2025. Pukul 00.16 dini hari.


Catatan dibalik buku, matahari, dan doa-doa baik

 Ada hilang ada pergi, tetapi landasanmu tetap disana. Kuberikan padamu tulisanku pada secarik kartu. Ku tegaskan tentang ketulusan di baris...