Minggu, 31 Agustus 2025

Perihal rasa yang kau tanyakan

Kita diam. Tapi jauh di dalam sana dan tanpa sepengetahuan, kita sepakat meniadakan. Berat, tapi juga penuh penerimaan.

Mencintai seharusnya terasa mudah, tapi engga waktu sama kamu. Aku mulai mempertimbangkan semuanya apa ini bakal terasa pantas hingga memutuskan buat ngambil langkah kebelakang dan biarin kamu pergi.

Perihal rasa yang kamu tanyain, sebenarnya mau. Masalahnya, kamu udah terlahir dari segala sesuatu yang sangat tinggi, buat beberapa orang cukup sadar diri dan memilih pergi.

Segala sesuatu tentangku masih sangat kacau, ngga seberani itu buat narik kamu ikut kedalamnya. Kamu sangat berharga, kamu layak atas segalanya, kamu begitu dicintai.

Setengah tahun ini (di bulan juni) kita ngga putus komunikasi. Tapi di setengah tahun ini, kamu udah punya kesibukan lagi, mulai hidup lagi. Bakal jarang pulang ke rumah, pelan-pelan lupain aku, relasimu baru. Kabar baiknya kamu bakal bertumbuh di luar sana. Aku bangga lihatnya.

Dan kamu akan terus menemukan cahaya di tempat manapun kamu berada, sedang aku disini meredup dan semakin dingin.

"Sebelum memutuskan untuk menjalani hidup dengan orang lain, aku harus mampu hidup dengan diriku sendiri."

Semoga kota itu memelukmu. Sampai jumpa di sela-sela kerinduan yang mengusik selanjutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan dibalik buku, matahari, dan doa-doa baik

 Ada hilang ada pergi, tetapi landasanmu tetap disana. Kuberikan padamu tulisanku pada secarik kartu. Ku tegaskan tentang ketulusan di baris...