Minggu, 31 Juli 2022

Sekedar Rindu Biasa

 

Dari saya, untuk kamu

 

Terhitung lebih dari setahun lamanya sejak saya menemukanmu diantara kerumunan manusia di luar sana. Mengagumi sosokmu kemudian jatuh hati. Mencintaimu dalam diam yang kemudian membuat saya sakit hati seorang diri.

Kesedihan kembali menghampiri malam ini. Dari sekian banyak lelaki yang pernah saya sukai, kamu adalah satu-satunya yang bisa membuat saya frustasi jika tidak melihat sosokmu di keseharian saya satu kali saja. Sejak saat itu, bayanganmu selalu menganggu. Bahkan selera lagu yang saya dengarkan kini telah berubah menjadi sarana yang mendeskripsikan tentang dirimu. Dan setiap hari di kalender saya pun terisi penuh dengan cerita mengenai dirimu yang tersimpan begitu rapat.

Menggapaimu adalah mimpi paling tidak tahu diri yang telah menggambil alih alam bawah sadar. Dan sialnya saya menyukai hal yang sebenarnya begitu jauh dari jangkauan saya itu. Kamu yang gentleman, ramah, sopan, dan kadang bertingkah lucu selalu bisa membuat jantung saya tidak karuan ketika berhadapan dengan sosokmu. Masalahnya kamu begitu sukar digapai. Dan tulisan ini menjadi salah satu pengurai keresahan saya yang terlalu menyita perhatian.

Barangkali bukan saya satu-satunya perempuan yang mengagumimu. Yang selalu menuliskan waktu dan tanggal ketika kamu muncul didekatku, yang menunggu di pojokan dan berharap dapat melihat sosokmu ketika kamu melangkah keluar menuju rumahmu. Yang mencari tahu dan kemudian menguntitmu di internet dan di setiap media sosial milikmu.

Seperti tidak direstui oleh semesta seiring khayalan saya yang sudah melampaui jagat raya. Tanggal 17 Mei 2022 kamu tidak terlihat dimana-mana di tempat yang sama. Ternyata kamu dipindah tempat dan sejak saat itu saya sangat jarang bisa melihatmu lagi. Saya frustasi. Karena sekarang kesempatan untuk melihatmu secara langsung hanyalah saat pagi melalui kaca jendela di balik gedung atau saat kamu pulang seperti biasa. Dan kesempatan seperti itu sangat jarang terjadi.

Hari-hari saya berubah, semuanya mulai tidak berwarna. Saya pikir mungkin memang ini yang terbaik. Saya akan mulai fokus lagi dengan tujuan saya disini dan kamu akan menemukan manusia-manusia baru yang akan menjadi relasi baik untukmu di masa depan.

 In the future…if by some miracle you ever find yourself in the position to fall in love again…fall in love with me

Catatan dibalik buku, matahari, dan doa-doa baik

 Ada hilang ada pergi, tetapi landasanmu tetap disana. Kuberikan padamu tulisanku pada secarik kartu. Ku tegaskan tentang ketulusan di baris...